Assalamu'alaikum

Kali ini admin akan menceritakan sepenggal kisah misteri yang ada di Boyolali tepatnya disebuah pelosok desa Cabean Kunti Kecamatan Cepogo. Tidak banyak yang tau dan tidak banyak yang mengunjungi situs ini, maka dari itu admin sangat bersemangat membuat artikel ini supaya situs ini sanggup dikenal oleh masyarakat umum khususnya dunia maya.
Sebelum admin bercerita, mari kita kenali terlebih dahulu apa sih Petirtaan Sendang Pitu ini? oke Petirtaan sendang pitu ini merupakan Sendang yang terdiri dari tujuh bangunan, tolong bedakan Sendang dan sumur ya sobat. kita kenalkan satu persatu
1. Sendang Jangkang

Maaf ya sahabat fotonya saya ambil dari kejauhan saja alasannya ada sesuatu hal yang mustahil saya jelaskan disini
2. Sendang Sidotopo

3. Sendang Palereban

4. Sendang Lanang

5. Sendang Wadon

6. Sendang Panguripan

7. Sendang Kasucian

Itulah sahabat ketujuh sendang yang ada di kawasan ini. Pernahkan sahabat berfikir nama-nama sendang itu ada keterkaitan satu sama lain?
Betul sekali sobat, iya benar nama-nama sendang itu ada ketekaitan. Menurut salah satu Juru pelihara Nur Makmun Arifin, nama-nama sendang itu merupakan suatu symbol kehidupan seorang manusia.
Dimulai dari Sendang Jangkang, bahwa seorang insan itu harus memiliki jangka (Jangkang/Panjongko) atau tujuan hidup.
Setelah memiliki tujuan hidup, seorang insan itu harus berani bertapa (Sidotopo/Topo) atau mengambil resiko
Ketika seseorang ingin bertapanya sukses maka hatinya harus dilerebkan (Palereban/Menep) atau Mengendalikan hawa nafsu.
Seseorang yang hidup didunia tidak akan mungkin hidup sendiri, Sang Maha Kuasa membuat Makhluknya berpasang-pasangan yaitu (Lanang/Wadon).
Untuk menunjang kehidupan didunia Sang Maha Kuasa menunjukkan aneka macam macam makanan, minuman dan lain-lain (Panguripan) kehidupan.
Setelah semua kehidupan didunia telah tercapai maka tibalah insan kembali kepada kesucian (Kasucian), insan dilahirkan dalam keadaan suci, diperlukan juga insan kembali pada keadaan suci. begitulah klarifikasi salah satu jupel di Petirtaan Sendang Pitu.
Terus sejarahnya bagaimana sih pak? Tanya saya. Kalau sejarah ada dua versi, versi pertama berdasarkan masyarakat sekitar kawasan ini merupakan peninggalan Dewi Kunthi ibu para Pandawa dalam pewayangan, versi kedua berdasarkan sejarah Petirtaan Sendang Pitu merupakan peninggalan Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga, ia merupakan Raja terakhir Wangsa Syailendra, Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno 928-929.

Apakah masyarakat disini masih memiliki watak yang berafiliasi eksklusif dengan Situs ini pak? Masih mas, misalnya ritual nawu anggoro kasih.

Ritual ini dilakukan setiap hari Selasa Kliwon (Kalender Jawa), sesudah aktivitas nawu ini selesai maka selanjutnya dilakukan Kenduri (Kondangan/Jawa), yang bertujuan untuk mensyukuri Rahmat Allah Yang Maha Esa. Hal yang membuat saya heran, setiap orang yang memgambil air dari area Petirtaan itu mereka semua melaksanakan Kenduri, tanpa terkecuali. Alasannya yaitu "faktor x", silakan sahabat tanya eksklusif kepada Jupel disana ya sobat.
Siapa saja sih pak orang penting yang pernah singgah kesini?
Waduh banyak mas, terutama orang-orang kerajaan atau abdi dalem kerajaan saya ambil referensi Kanjeng Resi Herbayu, Kanjeng Sultan Demak DYMM SURYO NGALAM JOYO KUSUMO

Dan masih banyak lagi, kawasan ini begitu populer dikalangan kerajaan, untuk pengunjung yang lain juga ada pelajar, mahasiswa dari dalam kota maupun luar kota Boyolali, dari luar negeri pun juga ada.
Situs Petirtaan ini selain bangunan situs juga ada suatu watu yang konon merupakan kawasan duduk (bersemedi) Sri Sultan Pakubuwono X,

Tempat ini juga sebagai kawasan ritual Kanjeng Resi Herbayu,
Begitu banyak misteri yang admin dapati ditempat ini, sekali lagi admin minta maaf alasannya tidak sanggup menceritakan semua kisah misteri yang ada di kawasan ini, alangkah baiknya sahabat tiba eksklusif ketempat ini.
Tetaplah jaga sikap, sopan santun dimanapun sahabat berada, alasannya bukan hanya insan saja yang hidup dibumi ini.
Cintailah Situs dan kebudayaan Asli Indonesia, jangan hingga rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Semoga Artikel ini bermanfaat. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Maaf ya sahabat fotonya saya ambil dari kejauhan saja alasannya ada sesuatu hal yang mustahil saya jelaskan disini
2. Sendang Sidotopo

3. Sendang Palereban

4. Sendang Lanang

5. Sendang Wadon

6. Sendang Panguripan

7. Sendang Kasucian

Itulah sahabat ketujuh sendang yang ada di kawasan ini. Pernahkan sahabat berfikir nama-nama sendang itu ada keterkaitan satu sama lain?
Betul sekali sobat, iya benar nama-nama sendang itu ada ketekaitan. Menurut salah satu Juru pelihara Nur Makmun Arifin, nama-nama sendang itu merupakan suatu symbol kehidupan seorang manusia.
Dimulai dari Sendang Jangkang, bahwa seorang insan itu harus memiliki jangka (Jangkang/Panjongko) atau tujuan hidup.
Setelah memiliki tujuan hidup, seorang insan itu harus berani bertapa (Sidotopo/Topo) atau mengambil resiko
Ketika seseorang ingin bertapanya sukses maka hatinya harus dilerebkan (Palereban/Menep) atau Mengendalikan hawa nafsu.
Seseorang yang hidup didunia tidak akan mungkin hidup sendiri, Sang Maha Kuasa membuat Makhluknya berpasang-pasangan yaitu (Lanang/Wadon).
Untuk menunjang kehidupan didunia Sang Maha Kuasa menunjukkan aneka macam macam makanan, minuman dan lain-lain (Panguripan) kehidupan.
Setelah semua kehidupan didunia telah tercapai maka tibalah insan kembali kepada kesucian (Kasucian), insan dilahirkan dalam keadaan suci, diperlukan juga insan kembali pada keadaan suci. begitulah klarifikasi salah satu jupel di Petirtaan Sendang Pitu.
Terus sejarahnya bagaimana sih pak? Tanya saya. Kalau sejarah ada dua versi, versi pertama berdasarkan masyarakat sekitar kawasan ini merupakan peninggalan Dewi Kunthi ibu para Pandawa dalam pewayangan, versi kedua berdasarkan sejarah Petirtaan Sendang Pitu merupakan peninggalan Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga, ia merupakan Raja terakhir Wangsa Syailendra, Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno 928-929.

Apakah masyarakat disini masih memiliki watak yang berafiliasi eksklusif dengan Situs ini pak? Masih mas, misalnya ritual nawu anggoro kasih.

Ritual ini dilakukan setiap hari Selasa Kliwon (Kalender Jawa), sesudah aktivitas nawu ini selesai maka selanjutnya dilakukan Kenduri (Kondangan/Jawa), yang bertujuan untuk mensyukuri Rahmat Allah Yang Maha Esa. Hal yang membuat saya heran, setiap orang yang memgambil air dari area Petirtaan itu mereka semua melaksanakan Kenduri, tanpa terkecuali. Alasannya yaitu "faktor x", silakan sahabat tanya eksklusif kepada Jupel disana ya sobat.
Siapa saja sih pak orang penting yang pernah singgah kesini?
Waduh banyak mas, terutama orang-orang kerajaan atau abdi dalem kerajaan saya ambil referensi Kanjeng Resi Herbayu, Kanjeng Sultan Demak DYMM SURYO NGALAM JOYO KUSUMO

Dan masih banyak lagi, kawasan ini begitu populer dikalangan kerajaan, untuk pengunjung yang lain juga ada pelajar, mahasiswa dari dalam kota maupun luar kota Boyolali, dari luar negeri pun juga ada.
Situs Petirtaan ini selain bangunan situs juga ada suatu watu yang konon merupakan kawasan duduk (bersemedi) Sri Sultan Pakubuwono X,

Tempat ini juga sebagai kawasan ritual Kanjeng Resi Herbayu,
Begitu banyak misteri yang admin dapati ditempat ini, sekali lagi admin minta maaf alasannya tidak sanggup menceritakan semua kisah misteri yang ada di kawasan ini, alangkah baiknya sahabat tiba eksklusif ketempat ini.
Tetaplah jaga sikap, sopan santun dimanapun sahabat berada, alasannya bukan hanya insan saja yang hidup dibumi ini.
Cintailah Situs dan kebudayaan Asli Indonesia, jangan hingga rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Semoga Artikel ini bermanfaat. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

0 komentar:
Posting Komentar